Cara Menghitung Persentase Zakat Penghasilan yang Benar

Tuesday, 17 January 2017 (10:37 am) / Ekonomi Syari'ah

Masih banyak diantara kita yang masih belum paham mengenai perhitungan persentase zakat penghasilan. Asal kita tahu saja, zakat penghasilan atau zakat profesi tak bisa disamakan dengan zakat lainnya seperti zakat peternakan dan pertanian dikarenakan tak ada nash maupun qiyas yang menerangkannya. Persentase Zakat Penghasilan harus menurut nisab dan haul.

Sebagaimana kita tahu, zakat merupakan rukun islam ke-3 serta menjadi salah satu unsur terpenting dalam tegaknya syariat. Oleh karena itu, zakat mempunyai hukum wajib bagi yang sudah memenuhi syarat, yaitu mampu dalam segi finansial dan telah mencapai nisab (batas minimal).

Persentase Zakat Penghasilan

ahbaburrosul.com

Selain itu, zakat juga sebagai salah satu sarana penghapus dosa dan penambah pahala yang sangat besar. Karenanya umat islam di seluruh dunia berlomba-lomba bisa mengeluarkan sebagian hartanya dalam bentuk zakat.

Zakat sendiri dibagi menjadi beberapa jenis seperti zakat fitrah, pekerjaan, harta, dan lain-lain. Yang akan dibahas kali ini adalah mengenai persentase zakat penghasilan. Ini dia ulasannya.

Persentase Zakat Penghasilan

Perhitungan Persentase Zakat Penghasilan

iscj.org

Berdasarkan prinsip Islam, zakat ditempatkan sebagai prioritas kedua setelah membayar utang . Setiap bulan, umat islam dianjurkan menyisihkan penghasilan kotornya sebesar 2,5 % untuk zakat penghasilan sebagai bentuk pembersihan harta.

Muhammad B. Teguh selaku Financial Planner dari Quantum Magna Financial mengemukakan bahwa zakat juga bisa diakumulasikan dalam tenggat waktu setahun. Perlu diperhatikan juga bahwa perhitungan zakat ini mengacu pada tahun hijriah.

Pembayaran zakat yang dilaksanakan setiap bulan adalah analogi dari zakat pertanian yang dikeluarkan setiap kali musim panen. Sedangkan nishab zakat dianalogikan dari zakat emas yaitu 85 gram dalam satu tahun. Besarnya persentase zakat penghasilan adalah 2,5 % dari penghasilan.

Contoh Perhitungan Persentase Zakat Penghasilan

Cara Perhitungan Persentase Zakat Penghasilan

visimuslim.net

Penghasilan/Bulan: Rp. 10.000.000,-

Penghasilan/Tahun: Rp. 120.000.000,-

Maka,

Zakat Penghasilan 1 Tahun: 2,5 % x Penghasilan/Tahun = Rp. 3.000.000,-

atau

Zakat Penghasilan 1 Bulan: 2,5 % x Penghasilan/Bulan = Rp. 250.000,-

Namun menurut pemaparan republika.com ada juga metode perhitungan persentase zakat penghasilan yang dikaitkan dengan zakat pertanian dengan batas terendah harga 635 kg gabah atau 524 kg beras yang persentasenya sebesar 5 %.

Dengan demikian, maka rumus persentase zakat penghasilan menjadi (penghasilan total ~ez_ndash~ total/cicilan) x 2,5 %. Sedangkan nisabnya sebesar 524 x harga beras/kg.

Contohnya, Pak Asep berpenghasilan 12 juta/bulan setiap gajian. Ia memiliki beban harus mengeluarkan uang 6 juta rupiah untuk biaya hidup sehari-hari sampai membayar cicilan rumah.

Sementara itu, harga beras yang biasa dikonsumsi dihargai sekitar Rp. 10.000,- per kilogram. Jika dikalikan dengan 524 sesuai rumus di atas, maka nisabnya adalah 5,24 juta. Karena Pak Asep berpenghasilan 6 juta rupiah atau sama dengan di atas batas terendah. Maka persentase zakat penghasilan yang dikeluarkan adalah Rp. 6 juta x 2,5% = Rp. 150.000,-.

Syarat Zakat Penghasilan

Cara Persentase Zakat Penghasilan

konsultasisyariah.com

  • Penghasilan berada dalam kontrol dan kekuasaan si pemberi zakat secara penuh, diperoleh melalui proses yang dibenarkan agama serta dapat diambil kebermanfaatnya secara penuh.
  • Memenuhi nishab, maksudnya penghasilan tersebut telah mencapai suatu jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan syara.
  • Melebihi dari kebutuhan pokok minimal dirinya dan keluarga yang menjadi tanggungannya. Artinya, jika kebutuhan itu tidak terpenuhi, yang bersangkutan tidak dapat hidup dengan layak.
  • Bebas dari jeratan utang, maksudnya seseorang yang memiliki utang sebesar atau mengurangi senishab yang harus dibayarkan pada waktu yang bersamaan (dengan waktu dikeluarkannya zakat), penghasilan tersebut terbebas dari zakat.
  • Telah mencapai haul (satu tahun), yaitu penghasilan tersebut sudah berlalu (mencapai) setahun.

Itulah cara menghitung persentase zakat penghasilan yang bisa anda amalkan dalam kehidupan. Semoga bermanfaat.

 

 

 

Redaktur: Abdullah Istiqomah

Sebarkan Pada Sesama

privacy policy