Selepas Kematian Superman

“We are not Superman, but we are Superteam!”

Apa yang dapat diharapkan dari sebuah kesendirian? Menepi dari keramaian dan berkubang pada kesunyian, sehingga tidak memiliki banyak teman dan jumawa atas segala kemampuan.

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang menyendiri, selain dirinya akan lebih mendapat terpaan dan berakhir membusuk dalam kehampaan. Laiknya rusa yang terpisah dari kelompoknya, akan lebih mudah dimangsa serigala ketimbang rusa yang bersama dengan kelompoknya. Maka tidak heran apabila sedang berkumpul, seseorang akan merasa lebih kuat, lebih aman, dan lebih memiliki keberdayaan.

Sebuah visi besar tentu akan sulit terealisasi manakala dilakukan sendirian. Mungkin saja bisa, tapi butuh waktu yang lama. Kalaupun mungkin, bagaimana dengan kekuatannya? Untuk itu, dalam dakwah pun penting kiranya untuk tetap bersama kelompok (baca: jamaah). Karena dengan berkelompok, seseorang akan lebih terjaga dari terpaan-terpaan negatif lantaran ada proses saling mengingatkan yang dihasilkan dari interaksi yang dilakukan oleh setiap individu di dalamnya.

Kinerja dan hasil dakwah juga akan lebih efektif manakala dilakukan secara bersama-sama. Ibarat sapu lidi, tidak cukup berguna jika hanya ada satu batang lidi saja. Karenanya, diperlukan beberapa lagi batang lidi agar bisa efektif membersihkan kotoran. Tapi batang-batang lidi tersebut akan tetap tidak bermanfaat, jika kesemuanya tidak diikat dengan tali yang membuatnya menjadi kuat dalam satu kesatuan.

Allah tidak menyukai adanya perpecahan (3:103). Sebaliknya, Allah mengehendaki para hambaNya untuk bersatu padu dalam memerangi kebatilan (4:71). Mereka senantiasa menyatukan tujuan dan berjalan beriringan, sehingga tidak ada satu pun yang mementingkan dirinya sendiri atau tidak acuh terhadap rekan-rekannya.

Lihatlah sebuah rumah. Komposisi di dalamnya terdapat berbagai unsur dan komponen yang berbeda-beda. Akan tetapi mereka bersinergi membentuk satu kesatuan. Mereka memberi manfaat sebagaimana perannya masing-masing. Tidak ada satupun yang egois atau ingin tampil sendiri. Bayangkan, apa jadinya bila salah satu di antara mereka keluar dan tidak mau bersatu? Sudah pasti bangunan tersebut akan roboh dan saling menghancurkan.

Begitu pula kinerja dakwah dalam berjamaah. Sudah sepatutnya setiap Muslim bersinergi dan kuat seperti bangunan yang tersusun kokoh (61:4). Kuat lantaran tidak ada celah ataupun lubang di hati mereka (98:5). Kuat karena mereka menjadikan Allah sebagai perekat mereka (8:63). Kuat karena tidak ada satupun dari mereka yang terlalu bangga terhadap kekuatannya (49:11). Karena mereka sadar, kalau kelebihan mereka itu berasal dari kebersamaan mereka (9:119).

Sudah saatnya semua orang membuka mata bahwa tidak ada manusia yang serba bisa segala. Sudah waktunya semua orang berbesar hati, agar tidak ada lagi perbedaan yang ditonjolkan, yang nantinya justru akan saling melemahkan. Sudah tiba masanya semua orang untuk bersatu dan mengumandangkan, “We are not Superman, but we are Superteam!”

 

Oleh : Deddy Sussantho, Depok