8 Lafazh Istighfar Pilihan yang Shahih
Friday, 21 November 2014 (8:37 am) / Doa dan Dzikir, Syariah

Esensi dari istighfar adalah permohonan ampun kepada Allah Ta~ez_rsquo~ala, sebagai bukti dan wujud taubatan nasuha, yang didasarkan pada pengakuan yang jujur akan dosa, penyesalan yang dalam dan sepadan atasnya, serta tekad yang sungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya. Inilah inti dari setiap istighfar. Sedangkan pelafazhan dengan lisan adalah faktor pendukung. Sehingga selama inti dan esensi tersebut telah terpenuhi dalam diri seseorang, maka masalah lafazh dan redaksi istighfar yang diucapkan bisa longgar dan relatif. Yakni bisa saja dengan lafazh dan redaksi yang manapun, dan bebas diucapkan dalam bahasa apapun. Baik Arab, Indonesia, Jawa, Madura, Sunda, Inggris, maupun yang lainnya.

Namun, meskipun demikian, tetap saja akan lebih baik, lebih ideal, lebih afdhal dan lebih sempurna, jika lafazh dan redaksi istighfar yang dipilih dan dilantunkan adalah berasal dari Al-Qur~ez_rsquo~an dan sunnah Rasululullah Shallallahu ~ez_lsquo~Alaihi wa Sallam. Karena, barokahnya pastilah lebih besar!

Dan berikut ini adalah beberapa lafazh istighfar pilihan dari tuntunan Sang Teladan Utama, Baginda Sayyidina Rasulillah shallallahu ~ez_lsquo~alaihi wasallam.

1. Dalam riwayat Muslim lafazh istighfar terpendek yang biasa dibaca sebanyak 3x oleh Rasulullah Shallallahu ~ez_lsquo~Alaihi wa Sallam selepas shalat:

[arabtext] ~ez_ldquo~أ

privacy policy