Pernikahan, Saat Kakak Dilangkahi Adik

Tuesday, 4 September 2012 (7:07 am) / Fiqih Wanita

Tika¬ menyerahkan proposal (biodata) nikah kepada¬ guru ngajinya, sambil¬ berpesan agar proposalnya¬ disimpan sebagai arsip dulu saja.¬ Ia tidak mau mendahului kakak perempuannya. Kedua orang tuanyapun menginginkan kakaknya menikah lebih dulu, baru Tika.

Gadis manis yang lembut, dewasa, ¬ pengertian, dan keibuan¬ itu pun¬ bercerita,¬ bahwa¬ sebenarnya ia pun¬ sudah ingin mengikuti jejak kawan-kawannya yang satu demi satu melangkah menyempurnakan¬ setengah dien. Bagaimanapun tinggal di sebuah¬ kota besar, akan merasa lebih tenang kalau¬ ada kawan dan keluarga¬ tempat berbagi suka dan duka. Tetapi¬ menjaga perasaan kakak dan keridhaan orang tua, menjadikannya¬ lebih mengalahkan keinginan¬ diri.

Sudah cukup lama proposal¬ itu Tika¬ serahkan.¬ Ia masih belum¬ tahu sampai¬ berapa lama waktu menunggu. Apalagi, kakaknya¬ pun belum menunjukkan tanda-tanda hendak segera menikah.

Setali tiga uang.¬ Intan, gadis manis, keibuan,¬ yang pintar memasak,¬ luwes dan¬ selalu ceria itu pun beberapa kali menyatakan kebelumsiapannya¬ untuk menikah.¬ Alasannya sama, menunggu kakak-kakaknya.¬ Sambil meneteskan air mata, ia¬ mengatakan¬ bahwa¬ rasanya¬ terlalu egois jika mendahului saja kakaknya menikah tanpa mempertimbangkan perasaan kakak-kakaknya . Menurutnya, selama ini kakak-kakaknya¬ banyak¬ berjasa dan berkorban untuknya. Mungkin salah satu hal yang menyebabkan kakak-kakaknya menunda pernikahan adalah¬ karena mereka saat itu harus¬ turut membantu membiayai pendidikan adik-adiknya.

Intan belum¬ mengetahui kapan pastinya akan siap menikah.¬ Semua¬ tergantung kakaknya. Karenanya, Intan belum bersedia menjalani proses¬ taaruf dengan siapapun. Ia¬ tak ingin¬ ada perasaan memiliki atau terlanjur jatuh cinta¬ pada seseorang yang belum tentu ditakdirkan Allah untuk menjadi pasangan hidupnya.¬ Ia ingin menjaga hatinya agar tetap netral hingga saatnya tiba.

***

Anda pernah dilangkahi adik? Atau Anda pernah melangkahi kakak? Bagaimanakah perasaan¬ Anda saat itu?

Sebagian besar masyarakat kita¬ memang masih menganggap¬ ¬ tabu jika¬ seorang¬ adik melangkahi kakak. Terlebih lagi¬ kalau sang kakak adalah¬ wanita. Ada semacam anggapan bahwa seorang kakak yang dilangkahi adik¬ nanti¬ akan bernasib sial, sulit bertemu jodoh dan sebagainya. Takhayul memang, tapi itulah yang berkembang dalam masyarakat kita.

Sebagian lainnya¬ melarang sang adik melangkahi kakak dengan alasan yang lebih rasional, menjaga perasaan kakak. Bagaimanapun¬ dalam hatinya yang paling dalam, seorang kakak¬ ¬ akan merasa sedih jika didahului adiknya menikah. Dilangkahi adik ¬ seolah menjadi aib tersendiri bagi seorang perempuan.¬ Ada perasaan sensitif yang¬ luar biasa¬ dalam. Ada perasaan kehilangan sang adik. Ada perasaan¬ khawatir dianggap tidak laku atau¬ kalah sama adik,¬ dan sebagainya.

Banyak misteri Allah dalam hidup ini, di antaranya¬ jodoh dan¬ maut. Kita sering menyaksikan di sekitar kita bahwa Allah memanggil hamba-hamba-Nya untuk kembali¬ menghadap-Nya tanpa melihat usia. Sering kita memperhatikan¬ banyak keluarga, sang adik dipanggil menghadap Allah terlebih dahulu¬ bahkan jauh sebelum sang kakak. Pernahkah terlintas dalam benak¬ kita bahwa hal demikian adalah sebuah aib? Tidak bukan? Hal itu karena kita meyakini sepenuhnya bahwa ajal adalah sebuah keputusan Allah. Tak harus urut berdasarkan¬ usia.

Demikian halnya dengan pernikahan.¬ Alangkah baiknya kalau kita mencoba mengubah sudut pandang kita, keluarga kita,¬ dan¬ masyarakat kita¬ bahwa menikah¬ tak mesti¬ urut berdasarkan¬ usia. Mungkin awalnya berat, tetapi seiring dengan berjalannya waktu dan atas izin Allah maka¬ akan makin banyak orang yang mengubah¬ pandangannya. Semula¬ masyarakat¬ yang menganggap tabu melihat seorang kakak¬ dilangkahi adik,¬ akhirnya menganggap hal itu sebagai suatu hal yang biasa saja.

Alangkah baiknya kita berusaha berpikir bijak dan mencoba memahami orang ‚~ez_euro~~ez_ldquo~ orang di sekitar kita. Jika kita sebagai orang tua, ada baiknya kita memahami¬ semua anak kita. Kita memahami perasaan¬ anak yang lebih tua ketika dilangkahi adiknya, pun memahami sang adik pula. Bisa jadi sang adik¬ saat ini banyak¬ mendapat tawaran untuk menikah. Belum tentu saat sang kakak sudah menikah dan¬ kita sudah memberi izin pada sang adik,¬ hal yang sama akan terjadi.¬ Untuk itu, jika kita menginginkan sang adik menunggu kakaknya , sepertinya akan lebih baik jika disertai batasan waktu menunggu. Dengan sikap bijak¬ dan doa- doa¬ tulus kita, bisa jadi Allah akan memudahkan jodoh bagi semua anak kita. Mungkin sang adik¬ menikah terlebih dahulu tetapi tak lama kemudian¬ Allah mempertemukan sang kakak dengan jodohnya.

Jika kita¬ sebagai¬ kakak, kita berusaha menguatkan dan¬ ¬ menyamuderakan hati ketika akan dilangkahi adik.¬ Kita mencoba¬ mendamaikan perasaan, ¬ dan berusaha mengedepankan Allah di atas segalanya. Ada baiknya bagi kita untuk senantiasa memperbaharui keyakinan¬ bahwa segala sesuatu yang dilakukan¬ dengan mengutamakan Allah akan membuahkan hal-hal¬ indah di dunia dan di akhirat.¬ Tak ada pengorbanan kita yang sia-sia, termasuk mengikhlaskan adik untuk menyegerakan pernikahan.

Allah adalah sebaik-baik pemberi balasan.¬ Pun dengan kasih sayang dan izin-Nya, Allah akan menyegerakan jodoh kita dan mengubah¬ ¬ pandangan orang,¬ yang semula¬ negatif¬ menjadi positif.¬ Tak lagi ada anggapan miring.¬ Malah sebaliknya,¬ orang ‚~ez_euro~~ez_ldquo~orang ¬ sekitar¬ akan melihat kita sebagai orang yang berjiwa besar.¬ Semua itu mudah saja bagi Allah.

Ketika kita dalam posisi adik, kita¬ berusaha melakukan pendekatan pada seluruh anggota keluarga¬ terutama¬ orang tua dan kakak-kakak. Kita perlu meyakinkan orangtua kita bahwa¬ bukanlah sebuah aib atau suatu kegagalan¬ jika¬ ada anak perempuannya yang didahului adiknya menikah.¬ Justru yang menjadi aib adalah ketika ada anggota keluarga yang bermaksiat kepada Allah.

Kita harus pandai-pandai mengambil hati mereka, sehingga¬ pada akhirnya¬ ¬ mereka¬ dengan tulus memberi izin pada kita untuk mendahului kakak. Izin yang sepenuh hati bukan setengah hati, sehingga¬ kelak seluruh anggota keluarga bisa menerima dan merasa nyaman¬ ketika ada¬ anggota keluarga baru. Pun demikian dengan suami kita nantinya.

Kita juga harus pandai-pandai memahami perasaan kakak kita, terlebih kakak perempuan.¬ Kemungkinan¬ kakak kita akan menjadi lebih sensitif setelah kita mendahuluinya menikah.¬ Rasa itu¬ muncul ¬ bukan saja¬ akibat ¬ tekanan sosial ¬ dari lingkungan, tetapi¬ juga adanya perasaan ‚~ez_euro~~ez_ldquo~perasaan lain, termasuk perasaan kehilangan . Selama ini mungkin kita¬ begitu dekat dengan kakak, tiba-tiba ada seseorang yang masuk dalam kehidupan kita, di saat kakak kita masih sendiri. Oleh karenanya diperlukan kepandaian kita ¬ pula dalam bersikap.

Penting bagi kita untuk¬ berdakwah pada keluarga, mengkondisikan mereka dengan nilai-nilai Islam. Islam ¬ memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi siapa saja yang¬ telah¬ siap menikah untuk segera menikah. Jadi , jelas tidak¬ ada larangan buat seorang adik¬ untuk mendahului kakak. Yang penting tinggal bagaimana kita bersikap.¬ Target kita bukan sekedar ¬ tak¬ berkurang kemesraan hubungan ¬ antara kita dengan orang tua dan kakak.¬ Lebih penting lagi, bagaimana nantinya seluruh anggota keluarga, termasuk suami kita ¬ bisa menerima dan diterima ¬ secara¬ utuh satu sama lain.

Rasulullah Shalallahu ‚~ez_euro~~ez_tilde~Alaihi wa Sallam bersabda, ~ez_ldquo~Wahai Ali, tiga perkara, janganlah engkau menunda-nundanya; shalat jika telah datang waktunya, jenazah jika telah tiba dan (menikahkan) seorang wanita yang belum menikah jika engkau telah mendapatkan (pasangan) yang cocok (sepadan dengannya).~ez_rdquo~ (HR ¬ At Tirmidzi)

Wallahu a‚~ez_euro~~ez_trade~lam bish shawab.

Rodhiyatunnisa ‚~ez_euro~~ez_ldquo~ Tangerang Selatan

Redaktur: Shabra Syatila

Sebarkan Pada Sesama

privacy policy