Plus-Minus Beli Rumah Seken

Rumah bekas atau sering disebut rumah seken rupanya banyak diminati orang, apalagi bila lokasinya mempunyai kelebihan, seperti dekat dengan pusat kota atau area komersial, serta dilengkapi fasilitas pendukung lainnya.

Bila tertarik membeli rumah seken, ada baiknya Anda mempertimbangkan masak-masak segala sesuatu mengenai rumah tersebut. Untuk membeli rumah tersebut, perhatikanlah kondisi bangunan, periksa status kepemilikan, cek harga jualnya, tanyakan usia bangunan, dan cek dokumen kelengkapan rumah.

Sebagai bahan pertimbangan, agar semakin yakin dalam membeli rumah seken, tak ada salahnya Anda mengenali kelebihan dan kekurangannya.

Menurut Supriyadi Amir dalam bukunya Sukses Membeli Rumah Tanpa Modal terbitan Laskar Aksara, berikut ini kelebihan membeli rumah seken.

– Bangunan rumah sudah berdiri sehingga Anda dapat melihat bentuk dan kualitas bangunan sesungguhnya.

– Lingkungan sosial sudah terbentuk, seperti tetangga, sistem keamanan, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan fasilitas lainnya.

– Infrastruktur kawasan sudah tersedia, seperti jalan, taman, sambungan listrik, dan air.

– Harga bangunan dan rumah dapat ditawar, apalagi jika pemilik lama sedang dalam keadaan membutuhkan uang.

– Bangunan dapat langsung ditempati pemilik baru setelah urusan jual-beli selesai.

– Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) relatif lebih murah ketimbang rumah baru.

– Risiko investasi properti kecil karena lingkungan penunjangnya sudah mapan.

– Pemilik baru bisa lebih mudah beradaptasi karena semua fasilitas sudah ada.

Adapun kekurangan dari rumah seken adalah:

– Pilihannya tidak banyak atau terbatas pada apa yang ditawarkan, tidak seperti ketersediaan perumahan baru dengan beragam tipe, lokasi, dan harga jual.

– Pemilik baru tidak mengetahui bahan dan kualitas bangunan. Ada kemungkinan Anda akan mengeluarkan biaya untuk perbaikan dan perawatan di awal pembelian.

– Desain bangunan ada kalanya ketinggalan zaman.

– Bentuk bangunan sudah permanen sehingga, jika tidak cocok dengan pemilik baru, maka harus melakukan renovasi.

– Rumah dengan kekuatan konstruksi sudah melebihi 20 tahun memiliki kualitas yang menurun dan sulit direnovasi sebagian. Pilihannya lebih baik merenovasi secara total.

– Nilai bangunan akan menurun dalam waktu 20 tahun.

– Mengurus pembelian lebih rumit ketimbang rumah baru karena harus melakukan pengecekan sertifikat tanah dan bangunan. Anda juga harus memastikan rumah bebas sengketa.