Bahaya Penggunaan Cotton Bud pada Telinga

Cotton bud mungkin sudah akrab kita gunakan sehari-hari untuk membersihkan telinga. Namun, tidak semua orang tahu bahaya penggunaan cotton bud ini untuk mengorek telinga. Apa saja bahayanya? Mari kita simak penjelasannya berikut ini.

Di dalam liang telinga terdapat suatu lapisan kulit yang mengandung kelenjar, dimana lapisan ini mengelupas setiap harinya. Perpaduan antara sekresi kelenjar dan pengelupasan lapisan kulit ini dinamakan serumen. Serumen ini berfungsi untuk melumasi liang telinga, melindungi dan membersihkan telinga secara alami.

Nah, seringkali kita mengorek telinga dengan tujuan agar telinga kita bersih. Namun, saat mengorek telinga dengan menggunakan cotton bud, ada bahaya lain yang mengintai. Membersihkan telinga dengan cotton bud terlalu sering dapat membuat telinga mengalami iritasi. Bahaya lainnya adalah tertusukknya gendang telinga yang dapat membahayakan pendengaran kita. Belum lagi jika kualitas cotton bud yang kita pakai rendah, maka ada resiko kapas dari cotton bud tersebut akan tertinggal di dalam liang telinga.

Sebenarnya, tanpa bantuan cotton bud, telinga kita dapat membersihkan dirinya sendiri dengan cara alami. Seperti yang dilansir oleh lifestyle.bisnis.com, Dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorok (THT) Kartika Dwiyani mengatakan terdapat mekanisme self cleansing dari serumen secara normal, yang mana serumen bergerak ke luar dari liang telinga dibantu dengan gerakan rahang saat mengunyah atau berbicara. Bahkan, menurut Dokter spesialis THT Hably Warganegara juga menyebutkan teknik self cleansing dari telinga terjadi di pagi hari setiap kita bangun tidur. Hal ini ditandai dengan telinga yang lembab saat bangun tidur. Ini tandanya telinga sedang melakukan proses pembersihan alami.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda berhati-hati dalam menggunakan benda mungil yang satu ini. Bila perlu, kurangi sesedikit mungkin pengunaan cotton bud saat membersihkan telinga, Kunjungi dokter THT jika Anda mengalami masalah dengan kotoran telinga agar mendapat penanganan yang tepat. Hati-hati, ya!

Leave a Comment