Warning: include_once(/srv/users/serverpilot/apps/fimadani/public/wp-content/plugins/wp-super-cache2/wp-cache-phase1.php): failed to open stream: No such file or directory in /srv/users/serverpilot/apps/fimadani/public/wp-content/advanced-cache.php on line 22

Warning: include_once(): Failed opening '/srv/users/serverpilot/apps/fimadani/public/wp-content/plugins/wp-super-cache2/wp-cache-phase1.php' for inclusion (include_path='.:/opt/sp/php7.4/lib/php') in /srv/users/serverpilot/apps/fimadani/public/wp-content/advanced-cache.php on line 22
Bangkitlah Kaum Muslimin!

Bangkitlah Kaum Muslimin!

Selama kurang lebih 12 abad lebih.. kita berjaya..

Selama kurang lebih 12 abad lebih.. Islam tak pernah dihina..

Selama kurang lebih 12 abad lebih.. di Asia, Afrika, dan Eropa Islam dihormati dan diterima..

Selama kurang lebih 12 abad lebih.. Islam menguasai 2/3 Dunia..

Selama kurang lebih 12 abad lebih.. kaum Muslimin aman, tentram, sejahtera, makmur sentosa..

 

Tapi.. apa yang terjadi sekarang..?

Mengapa sekarang Islam ditindas bahkan dibunuh..?

Mengapa sekarang kaum Muslimin banyak yang miskin, sengsara, bahkan dihina..?

Mengapa sekarang kaum Muslimin tidak bersatu, pecah, bahkan saling memusuhi..?

Dimana Al-Qur’an dan As-Sunnah diletakkan..?

Apakah Al-Qur’an dan As-Sunnah hanya menjadi pajangan..?

Apa yang harus kita lakukan..?

 

Wahai kaum muslimin.. ada 3 hal yang saat ini sudah tidak lagi kita miliki.. 3 hal yang dahulu menancap kuat di dalam diri kaum muslimin..

Yang pertama adalah keimanan..

Kita memangmemilikikeimanan, akantetapi keimanan kita saat ini tidak lagi seperti keimanan para pendahulu..

Kita sama – sama tahu tentang kisah sahabat Abu Bakarr.a.. dimana ia memukul ayahnya sampai terjatuh disebabkan ayahnya mencaci maki Rasulullah.. dan ketika Rasulullah bertanya “Benarkah engkau berbuat seperti itu, wahai Abu Bakar?” Maka, Abu Bakar menjawab dengan penuh keimanan “Demi Allah, sekiranya pada saat itu di dekat saya ada pedang, niscaya akan saya tebas lehernya”.

Abu Bakar r.a tidak mungkin melakukan hal tersebut tanpa dilandasi keimanan yang kuat. Abu Bakar r.a adalah sosok sempurna contoh keimanan yang kuat. Jikalau kita bandingkan dengan keimanan yang tercerminkan dari prilaku kaum muslimin pada saat ini, maka kita akan mengerti bahwa keimanan kita harus lebih ditingkatkan lagi.

Yang kedua adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah sudah ditinggalkan..

Hal itu jelas terlihat dari akhlak kaum muslimin saat ini, khususnya di Indonesia. Contohnya adalah :

  • Ujian Nasional yang sudah jauh dari nilai kejujuran. Bahkan, ada salah seorang murid,     – lebih tepatnya kakak saya sendiri – di sekolah negeri di Jakarta yang berkeinginan jujur tapi, justru malah dimarahi, dipaksa nyontek, dan dibilang sombong. Sungguh miris akhlak para pendidik di negeri ini.
  • Korupsi yang sudah merajarela. Kita sama-sama tahu dan melihat bahwa korupsi di negeri ini sudah amat sangat menjamur. Dengan sistem yang tersusun rapih dan sistematis. Dengan para hakim yang tidak adil dalam memberikan hukuman. Bagaimana bisa disebut adil jika pencuri buah atau hewan yang nilainya tidak mencapai ratusan ribu dihukum berat sedangkan para koruptor yang mencuri triliunan uang umat justru dihukum lebih ringan. Belum lagi fasilitas penjara yang super lengkap, yang pasti penjara itu lebih nyaman dan enak dibandingkan dengan rumah saudara kita di pelosok sana.
  • Yang terakhir, coba kita bertanya pada kakek atau nenek kita tentang apa yang biasanya mereka lakukan sehabis maghrib, dan seterusnya. Maka, saya yakin sebagian besar akan menjawab bahwa kegiatan mereka adalah mengaji, mengkaji Al-Qur’an dan As-Sunnah, atau minimal tidak ada lagi yang keluyuran di luar rumah, terutama anak perempuan. Nah, apa yang terjadi sekarang? Sebagian besar orang tua jika anaknya, -terutama perempuan- belum ada di rumahsetelah maghrib mereka tidak khawatir. Yang lebih anehnya adalah jika orang tua kita tahu anak perempuannya sedang bersama pacarnya justru mereka lebih tenang. Allahu Akbar, Yaa rabb.. ampunilah kesalahan dan dosa kami..

 

Yang ketiga adalah kita sudah cinta dunia dan takut kematian..

Kita sama – sama tahu Rasulullah SAW telah bersabda :

“Akan datang suatu masa, dalam waktu dekat, ketika bangsa-bangsa (musuh-musuh Islam) bersatu-padu mengalahkan (memperebutkan) kalian. Mereka seperti gerombolan orang rakus yang berkerumun untuk berebut hidangan makanan yang ada di sekitar mereka.”

Salah seorang shahabat bertanya: “Apakah karena kami (kaumMuslimin) ketika itu sedikit?” 

Rasulullah menjawab: “Tidak! Bahkan kalian waktu itu sangat banyak jumlahnya. Tetapi kalian bagaikan buih di atas lautan (yang terombang-ambing). (Ketika itu) Allah telah mencabut rasa takut kepadamu dari hati musuh-musuh kalian, dan Allah telah menancapkan di dalam hati kalian ‘wahn’”.

Seorang shahabat Rasulullah bertanya: “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan ‘wahn’ itu?” 

Dijawaboleh Rasulullah: “Cinta kepada dunia dan takut (benci) kepada mati.”

Riwayat itu disebutkan dalam at-Tarikh al-Kabir, Imam Bukhari;T artib Musnad Imam Ahmad  XXIV/ 31-32;  “Sunan Abu Daud”,  hadis No. 4279)

Apakah saat ini kaum muslimin berjumlah banyak? Ya.. jumlah kita terbanyak kedua sedunia.

Apakah saat ini kaum muslimin seperti makanan yang kerubungi banyak orang? Ya, pemimpin kita saat ini tunduk pada zionis, kekayaan kita dikuras habis, timur tengah dibuat rusuh, embargo, dan lain-lain.

Kita tidak bisa mengelak lagi, bahwa banyak diantara kaum muslimin saat ini bersikap ‘wahn’. Para koruptor bukanlah orang yang gajinya dibawah lima juta, tapi puluhan bahkan ratusan juta. Tapi mengapa mereka masih korupsi? Hampir semua pejabat sudah menikah, tapi entah mengapa mereka tunduk pada wanita, rata – rata perempuan yang bekerja menjadi PSK bukan karena kebutuhan primer mereka belum terpenuhi, tapi karena mereka ingin hidup mewah, punya HP terbaru, mobil yang mengkilat, kosmetik termahal, dan sebagainya.

Wahai kaum muslimin..

Bangkitlah!

Mari kita tingkatkan keimanan kita..

Mari kita hidupkan Al-Qur’an dan As-Sunnah..

Jangan sampai kita terlena dengan dunia..

Mulailah dari diri sendiri..

Lalu ajarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah kepada anak cucu kita..

Setelah itu, ingatkan masyarakat sekitar kita tentang tipu muslihat dunia..

“Jangan lihat siapa yang mengatakan hal ini, tapi tolong lihat apa yang dia katakan”

Leave a Comment