Warning: include_once(/srv/users/serverpilot/apps/fimadani/public/wp-content/plugins/wp-super-cache2/wp-cache-phase1.php): failed to open stream: No such file or directory in /srv/users/serverpilot/apps/fimadani/public/wp-content/advanced-cache.php on line 22

Warning: include_once(): Failed opening '/srv/users/serverpilot/apps/fimadani/public/wp-content/plugins/wp-super-cache2/wp-cache-phase1.php' for inclusion (include_path='.:/opt/sp/php7.4/lib/php') in /srv/users/serverpilot/apps/fimadani/public/wp-content/advanced-cache.php on line 22
Google Melindungi Situs Porno?

Google Melindungi Situs Porno?

Dunia pornografi dan internet seakan sudah menjadi satu bagian yang tidak dapat dipisahkan. Hal tersebut juga dinyatakan oleh Google ketika banyak pihak yang menginginkan perusahaan raksasa tersebut memberikan batasan atau bahkan memblokir semua situs porno yang ada di internet agar tidak dapat diakses secara bebas oleh anak-anak di bawah umur.

Namun, seperti yang diberitakan oleh BBC.co.uk, Google menolak permintaan tersebut. Google mengatakan bahwa dengan pembatasan untuk sub kategori yang dimuat dan dicari mesin pencarinya akan mengakibatkan kerugian bagi Google sendiri.

Memang sudah banyak ISP atau Internet service provider yang telah memberlakukan sistem blokir konten porno tersebut. Seperti contohnya adalah TalkTalk yang telah memblokir semua konten porno di dalam layanan jaringan internetnya.

Walaupun Google juga tidak setuju akan tontonan pornografi yang dapat diakses dengan mudah oleh anak-anak di bawah umur, namun Google lebih menginginkan kerja sama dari pihak orang tua agar mengawasi anak-anak mereka daripada harus mengubah sistem yang telah digunakan oleh Google selama bertahun-tahun.

Sekarang ini, telah banyak jaringan internet yang digunakan oleh pengguna handset yang dilengkapi dengan opt-in policy untuk semua konten dewasa. Penggunanya wajib memberikan data yang jelas sebelum mengakses situs-situs pornografi tersebut. Melalui juru bicaranya Sarah Hunter, Google menyatakan bahwa apabila mereka menyanggupi untuk memberlakukan sistem blokir terhadap situs-situs pornografi maka mereka akan kehilangan wilayah kekuasaannya sekaligus penggunanya secara otomatis.

Memang suatu hal yang sangat dilematis, di sisi lain, banyak orang yang tidak menginginkan situs-situs pornografi dapat diakses secara bebas hanya dengan cara mengetikkan sebaris kata kunci di search bar Google, namun di sisi lainnya, dengan menyingkirkan situs-situs porno sama halnya dengan menyuruh Google untuk bunuh diri.

(Dwi Andi Susanto/merdeka.com)