Warning: include_once(/srv/users/serverpilot/apps/fimadani/public/wp-content/plugins/wp-super-cache2/wp-cache-phase1.php): failed to open stream: No such file or directory in /srv/users/serverpilot/apps/fimadani/public/wp-content/advanced-cache.php on line 22

Warning: include_once(): Failed opening '/srv/users/serverpilot/apps/fimadani/public/wp-content/plugins/wp-super-cache2/wp-cache-phase1.php' for inclusion (include_path='.:/opt/sp/php7.4/lib/php') in /srv/users/serverpilot/apps/fimadani/public/wp-content/advanced-cache.php on line 22
Kapankah, Orang Tua Harus Berkata Tidak?

Kapankah, Orang Tua Harus Berkata Tidak?

Tidak seharusnya semua keinginan anak harus dituruti, apalagi jika keinginan tersebut tidak memiliki manfaat sama sekali. Tapi sebagai orang tua, terkadang merasa kasihan jika melihat buah hatinya menangis meminta sesuatu.

Ketahuilah para orang tua, kita haruslah menanamkan suatu nilai kehidupan yang sangat berarti untuk dia. Yaitu, bahwa semua yang dia inginkan tak selamnya bisa dia dapatkan. Oleh karena itu, ada kalanya harus bilang tidak! Terus kapan harus bilang seperti itu?

Meskipun begitu, para orang tua juga jangan sampai merampas hak anak. Misalkan, jangan katakan ‘tidak’ ketika anak meminta sesuatu yang sudah menjadi haknya. Contoh, anak yang meminta untuk bermain setelah dia selesai mengerjakan PR, karena bermain adalah hak mereka dan sebagai orang tua kita tidak boleh melarangnya. Lain halnya jika dia meminta untuk dibelikan mainan, padahal baru minggu yang lalu dibelikan. Disinilah, kita harus berkata ‘tidak’ sambil menjelaskan padanya kenapa dia tidak bisa mendapatkannya.

Penjelasan tersebut bertujuan agar dia paham bahwa penolakan yang kita lakukan tersebut bukan karena kita tidak sayang atau tidak peduli dengan mereka. Selain itu juga, berusahalah untuk menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik dan bermanfaat untuk menunjang proses belajarnya.

Perlu diingat juga bahwasanya lingkungan sekitar memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan psikologi anak. Jadi, selalu nasehati anak-anak kita untuk memilih teman bergaul yang berakhlak baik. Intinya selalu kontrol serta biasakan mereka untuk mau bercerita tentang kegiatan yang dilaluinya. Oleh karena itu, kita juga harus bisa berperan sebagai sahabatnya.

Demikian, semoga bermanfaat.

Leave a Comment