Warning: include_once(/srv/users/serverpilot/apps/fimadani/public/wp-content/plugins/wp-super-cache2/wp-cache-phase1.php): failed to open stream: No such file or directory in /srv/users/serverpilot/apps/fimadani/public/wp-content/advanced-cache.php on line 22

Warning: include_once(): Failed opening '/srv/users/serverpilot/apps/fimadani/public/wp-content/plugins/wp-super-cache2/wp-cache-phase1.php' for inclusion (include_path='.:/opt/sp/php7.4/lib/php') in /srv/users/serverpilot/apps/fimadani/public/wp-content/advanced-cache.php on line 22
Mengapa FPI Tak Menghargai 'Jasa Baik' Ahok pada Islam?

Mengapa FPI Tak Menghargai ‘Jasa Baik’ Ahok pada Islam?

Beberapa orang Muslim ‘awam’ bertanya:, “Kenapa FPI tidak menghargai jasa baik Ahok seperti ikut berkurban, membayar zakat, dan membiayai haji beberapa PNS?”

Jawaban Dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala (Bukan Dari FPI)

Dalam surat Ibrahim, ayat ke 18 al-Qur`an al-Karim menyebutkan sebagai berikut: “Perumpamaan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh”.

Dalam surat an-Nur ayat ke 39 sebagai berikut: “Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya”.

Dalam surat al-Furqan ayat ke 23 sebagai berikut: “Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan”. Ayat ini dan juga ayat-ayat lainnya belum memberikan nilai apapun terhadap amal yang tidak disertai iman.

Dalam surat at-Taubah ayat ke 54 sebagai berikut: “Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan”.

Terdapat dalam surat al-An`âm ayat ke 88 sebagai berikut: “Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan”. Ayat ini menjelaskan bahwa syirik adalah salah satu faktor yang dapat memusnahkan (ihbâth) amal-amal.

Juga dalam surat Az-Zumar ayat ke 65 sebagai berikut: “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi”.

Jadi orang kafir meskipun tidak korupsi, beramal segunung emas dan lautan dia akan masuk neraka kekal selamanya. Dan orang Muslim yang beriman meski berdosa dan korupsi, dia akan masuk neraka ketika tidak bertaubat, lalu akan masuk surga karena keimanannya setelah disiksa terlebih dulu di neraka. Jadi, “Iman dan Islam adalah harga mati.”

Kabar Gembira Dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam (Bukan Dari FPI)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ﺇِﺫَﺍ ﺃَﺳْﻠَﻢَ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪُ ﻓَﺤَﺴُﻦَ ﺇِﺳْﻠَﺎﻣُﻪُ ﻛَﺘَﺐَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﻪُ ﻛُﻞَّ ﺣَﺴَﻨَﺔٍ ﻛَﺎﻥَ ﺃَﺯْﻟَﻔَﻬَﺎ ﻭَﻣُﺤِﻴَﺖْ ﻋَﻨْﻪُ ﻛُﻞُّ ﺳَﻴِّﺌَﺔٍ ﻛَﺎﻥَ ﺃَﺯْﻟَﻔَﻬَﺎ ﺛُﻢَّ ﻛَﺎﻥَ ﺑَﻌْﺪَ ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟْﻘِﺼَﺎﺹُ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔُ ﺑِﻌَﺸْﺮَﺓِ ﺃَﻣْﺜَﺎﻟِﻬَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺳَﺒْﻊِ ﻣِﺎﺋَﺔِ ﺿِﻌْﻒٍ ﻭَﺍﻟﺴَّﻴِّﺌَﺔُ ﺑِﻤِﺜْﻠِﻬَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﺃَﻥْ ﻳَﺘَﺠَﺎﻭَﺯَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﻋَﻨْﻬَﺎ

”Jika seorang hamba masuk Islam, dan bagus keislamannya, maka Allah akan (memerintahkan kepada malaikat untuk) menulis semua kebaikan yang pernah dilakukannya, dan dihapuskan darinya semua kejelekan yang pernah dilakukannya. Kemudian setelah itu ada qishash, satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus. Sedang keburukan dengan balasan yang sama, kecuali jika Allah mengampuninya.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam an-Nasaa’i rahimahullah (2/267-268).

 

Muhammad Nurzaman

Leave a Comment