Minum, Penyelamat Tersembunyi

Minumlah sebelum haus. Kalau Anda sudah haus, itu tanda Anda sudah kehilangan cairan yang jika ditimbang sekitar 1-2% berat badan normal Anda. Jadi jika berat Anda 50 kg, tiba-tiba mengalami penurunan berat 0.5 kg saja, badan sudah membunyikan alarm tanda bahaya yaitu rasa haus.

Sayangnya ketika rasa haus sudah terasa, kerusakan beberapa sel juga sudah dimulai. Jadi, jadikan minum sebagai “kemudi” bukan “ban serep”; artinya selalu “dikelola” dan tidak usah menunggu sampai “kempis” (haus).

Tubuh kita 75% terdiri dari air; kebutuhan asupan cairan per 24 jam adalah sekitar 30-40 cc per berat badan; artinya pada berat 50 kg anda membutuhkan asupan air antara 1500 – 2000 cc per 24 jam. Belum kalau anda terpapar panas, berkeringat banyak, tentu harus lebih dari itu.

Kekurangan air sebanyak 3% dari berat badan sudah menimbulkan pening, sakit kepala yang tidak bisa diobati dengan tablet sakit kepala. Beberapa dari kita masih beruntung, sakit kepala sudah mulai muncul begitu kekurangan cairan baru saja terjadi, sehingga ia bisa segera mencukupi cairan tubuhnya melalui ekstra minum, sebab kekurangan cairan mencapai 4% sudah menimbulkan gejala yang serius, antara lain kelelahan fisik yang hebat, kondisi mental menurun sampai kehilangan kepribadian, berkhayal hal yang tidak ada, melihat, mendengar sesuatu yang tidak ada, fatamorgana, halusinasi.

Sebagian besar sakit kepala ternyata hanya disebabkan oleh tubuh kekurangan cairan. Konyol bukan? Kalau lantas sudah buru-buru membeli (dan minum) obat sakit kepala di warung seberang jalan? (Minumnya sekalian 3 gelas, jadi sakit kepalanya hilang karena badan mendapat asupan cairan). Kehilangan 5% timbul demam, meracau, jantung berdenyut ekstra cepat, badan berhenti berkeringat. Kehilangan sampai 7% sudah harus diinfus sebab asupan melalui minum sudah tidak efektif. Di atas 8% mengakibatkan demam tinggi, kesadaran menurun dan bisa menimbulkan kematian.

Jadi, saat berolah raga, atur sehingga anda minum secara terprogram tanpa menunggu haus. Saat berkeringat, Anda butuh air plus mineral sebab keringat membawa keluar mineral, terutama kalium dan kalsium. Air plus mineral paling mudah adalah air yang diberi perasan jeruk nipis (lihat di bawah) atau air kelapa.

Ketika tubuh kekurangan cairan, organ paling menderita adalah otak, sebab otak harus terus-menerus menerima zat nutrisi dan oksigen serta membuang hasil metabolisme dengan menggunakan cairan sebagai zat pembawanya; kalau tidak sel-sel otak gampang sekali mengalami kematian. Organ berikut adalah ginjal sebab ia juga harus terus-menerus dialiri cairan untuk membuang racun dari seluruh tubuh; jika tidak racun akan segera menumpuk dan menimbulkan kerusakan di mana-mana. Mereka yang menderita hipertensi, diabetes dan kegemukan sangat peka kekurangan cairan sehingga harus ekstra waspada.

Cairan apa yang diperlukan tubuh? Dalam keadaan “normal” tidak sedang berkeringat banyak, air matang sudah cukup, sekitar 6-8 gelas per hari. Tapi pada kondisi tertentu, terutama saat berkeringat, pada kondisi stres, air saja tidak cukup, perlu tambahan mineral. Air kelapa adalah salah satunya. Pilihan lain adalah air yang dibubuhi perasan jeruk nipis, kalau perlu ditambahkan madu, kecuali jika anda sedang menderita diabetes.

Tentang jeruk nipis, kini diketahui khasiatnya yang luar biasa. Jeruk nipis sepertinya terasa asam, tapi jika diminum, begitu memasuki lambung (maag) yang keasamannya amat tinggi, jeruk nipis akan berperan sebagai buffer: ia membuat keasaman itu seimbang, sehingga perasan jeruk nipis yang diminum setiap pagi satu sendok makan dapat menyembuhkan penderita sakit maag. Atau sediakan 2 gelas air masak, bubuhi jeruk nipis, jadikan ini minuman sejak tengah malam sampai paginya; cairan ini jadi berfungsi sebagai cairan detoksikasi yang menetralkan sisa-sisa metabolisme badan yang bisa menjadi racun.

Jeruk nipis mengandung (yang terpenting) vitamin C, kalium, asam folat, flavonoid dan limonene yang bersifat anti oksidan dan anti kanker. Air yang dibubuhi jeruk nipis meredakan demam, membantu pencernaan, bahkan membantu mencegah tertimbunnya ‘plak’ pembuluh darah, yang artinya dapat mencegah serangan jantung dan stroke. Ditambah kayumanis dapat membantu mengobati diabetes dan ikut mengendalikan kegemukan.

Dalam kebutuhan minum 6-8 gelas seperti uraian di atas, minumlah secara teratur setiap hari 2-3 gelas air yang dibubuhi perasan jeruk nipis, 2 gelas untuk minum sepanjang malam sampai pagi, dan satu gelas di siang-sore hari antar waktu makan siang dan makan malam. Kalau anda bukan penderita diabetes, boleh ditambahkan sedikit madu, itu membantu daya tahan tubuh. Air jeruk nipis dan madu dapat meringankan radang tenggorokan / kerongkongan.

Catatan:

Walau begitu bukan berarti anda boleh minum “sebanyak-banyaknya”. Saya pernah ketemu pasien yang dengan bangga berkata: “Saya sudah mahir minum 6 gelas air sebelum makan pagi” konon ia mulai dari 1 gelas, lalu 2 gelas dst. Itu tidak perlu. Mitos yang mengatakan minum sebanyak mungkin di pagi hari itu berbahaya; saat pagi hari tubuh belum memerlukan air, Anda bisa “keracunan air” (water intoxication). Bayangkan saja, Anda memasukkan air sebanyak itu, kan tubuh harus mengeluarkannya lagi, apalagi jika sedang tidak membutuhkan asupan air sebanyak itu. Nah, ketika ginjal mengeluarkan dalam bentuk air kencing, yang keluar bukan cuma air, melainkan juga sejumlah mineral. Hasilnya: Anda kekurangan mineral secara akut! Hati-hati, ini bisa berakibat buruk, malah bisa fatal. Kekurangan mineral Natrium membuat kelemahan umum; kekurangan Kalium bisa mengganggu jantung dan syaraf; belum lagi kekurangan Kalsium dan Magnesium.

Jadi minumlah secukupnya; jangan tunggu sampai kehausan, ya, tapi juga jangan menggelontor tubuh dengan air jika tidak sedang memerlukannya. Kalaupun mau banyak minum disarankan bukan hanya air masak biasa, tapi ada yang mengandung mineral, seperti air kelapa, air plus perasan jeruk nipis (dan madu, jika boleh) dan lain-lain. Dan jangan sekali-kali minum air murni (terdestilasi) ini makin berbahaya sebab melulu air tanpa mineral sedikitpun. Tidak usah juga minum “air hexagon” atau “air beroksigen” keduanya tidak ada manfaat tambahannya, sebab struktur molekul hexagon dan kelarutan oksigen dalam air akan hilang ketika air digoncang-goncang atau pada suhu lebih tinggi dari 4o Celsius (suhu ruangan).

 

Oleh: dr. Yahya

Leave a Comment