Warning: include_once(/srv/users/serverpilot/apps/fimadani/public/wp-content/plugins/wp-super-cache2/wp-cache-phase1.php): failed to open stream: No such file or directory in /srv/users/serverpilot/apps/fimadani/public/wp-content/advanced-cache.php on line 22

Warning: include_once(): Failed opening '/srv/users/serverpilot/apps/fimadani/public/wp-content/plugins/wp-super-cache2/wp-cache-phase1.php' for inclusion (include_path='.:/opt/sp/php7.4/lib/php') in /srv/users/serverpilot/apps/fimadani/public/wp-content/advanced-cache.php on line 22
Shalat Sunnah Tasbih, Definisi, Niat dan Cara Mengerjakan Shalat Tasbih

Sholat Sunnah Tasbih, Definisi, Niat dan Cara Mengerjakan Shalat Tasbih

Shalat Tasbih– Sebagai seorang muslim tentulah Kita dituntut untuk senantiasa mengerjakan semua kewajiban yang telah Allah Swt peritntahkan. Dan diantara kewajiban tersebut adalah kewajiban untuk  melaksanakan shalat lima waktu siang dan malam.

Di dalam shalat pun dibagi lagi menjadi shalat yang hukumnya wajib dan shalat yang hukumnya sunnah. Perihal shalat wajib itu hukumnya harus dilakukan apabila seorang muslim tidak melakukan shalat wajib maka berarti dia telah menerima konsekuesinya berupa mendapatkan dosa dan akan dimasukan ke dalam siksa neraka. Naudzubillahi min dzalik.

Adapun shalat sunnah hukum pelaksaanya yaitu boleh dilaksanakan juga boleh tidak dilaksanakan dengan dilaksanakan maka orang tersebut akan mendapatkan pahala namun apabila ia tidak melaksanakan maka ia tidak akan mendapatkan dosa juga tidak mendapatkan pahala.

Sebagai seorang muslim yang baik tentunya kita tahu akan manfaat dari melaksanakan ibadah sunnah ini. Karena fungsi dari ibadah sunnah ialah melengkapi kecacatan atau mnyempurnakan ibadah wajib yang telah dilakukan.

Diantara sekian banyak ibadah shalat sunnah yang dapat Kita lakukan adalah Shalat sunnah Tasbih. tidak seperti ibadah shalat sunnah lainnnya  seperti shalat sunnah rawatib, tahajud ataupun shalat duha pelaksanaan dari shalat tasbih ini jenis shalat yang harus dikerjakan sekali saja dalam sehari dan kalau tidak bisa sekali dalam seminggu atau sekali dalam sebulan jika masih tidak bisa satu kali dalam satu tahun masih tidak bisa? Setidaknya dalam seumur hidup Kita pernah melaksanakannya.

Shalat sunnah Tasbih ini mempunyai pahala yang sangat besar sehingga Rasullullah sendiri menganjurkan terhadap Kita ummatnya untuk dapat melaksanakan shalat tasbih seminimal- minimalnya sekali dalam seumur hidup. Amalan shalat tasbih ini dikatakan oleh Rasul sebagai keuntungan bagi setiap muslim yang melaksanakannya.

Bagi Antum semua yang ingin mengetahui tentang apa itu Shalat Tasbih dan bagaimana cara pelaksanaan shalat tasbih bisa dengan lanjut membaca artikel ini.

Definisi Shalat Sunnah Tasbih

shalat sunnah tasbih
muslim.or.id

Shalat sunnah tasbih ialah shalat sunnah yang jumlah rakaatnya 4 rakaat, yang mana di dalam setiap gerakan shalatnya disunnahkan untuk memperbanyak bacaan tasbih. Jumlah tasbih yang dibaca ialah sebanyak 300 kali, dengan dibagi- bagi pada tiap rakaatnya 75 kali per rakaat.

Untuk pelaksanaanya boleh siang boleh juga malam bisa menyesuaikan dengan Aktifitas Kita yang penting bukan diwaktu yang terlarang untuk melaksanakan shalat. Jika pelaksanaannya pada malam hari maka sebaiknya setiap 2 rakaat salam (jadi 2 rakaat 2 rakaat). Sedangkan untuk pelaksanaan pada siang hari , maka diperbolehkan pada tiap 2 rakaat satu salam, atau 4 rakaat sekaligus dengan satu salam saja ( tanpa tasyahud awal).

Niat Shalat Tasbih

 

أُصَلِّي سُنَّةَ اْلتَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْن/ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى

Cara Mengerjakan Shalat Tasbih

 

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أَكْبَرُ

Bacaan سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أَكْبَرُ rinciannya sebagai berikut:

  1. Sesudah membaca al-Fatihah/surat dalam keadaan berdiri sebanyak 15 kali.
  2. Sewaktu ruku’ sebanyak 10 kali.
  3. Setelah ruku’ dalam keadaan berdiri kembali sebanyak 10 kali.
  4. Sewaku dalam keadaan sujud pertama sebanyak 10 kali.
  5. Sewaktu duduk di antara dua sujud sebanyak 10 kali.
  6. Swaktu dalam keadaan sujud kedua sebanyak 10 kali.
  7. Sewaktu duduk setelah sujud kedua sebanyal 10 kali.

Maka jumlahnya sebanyak = 75 kali.

Dan untuk empat rakaat berarti 4 x 75 = 300 kali membacanya selama shalat Tasbih. Karena pada rakaat kedua, ketiga dan keempat,

Bacaan dan jumlah tasbihnya sama dengan rakaat pertama. Surat yang dibaca sesudah al-Fatihah pada rakaat pertama biasanya Surat Al-Qari’ah atau Al-Kautsar, dan pada rakaat kedua adalah Al-Ashr, rakaat ketiga Al-Kafirun dan pada rakaat keempat Al-Ikhlas.

Doa shalat Tasbih

doa syaban barokah
sunnahku.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Doa shalat Tasbih dibaca sesudah selesai tahiyyat dan sebelum salam.

Adapun doanya sebagai berikut:

 

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ تَوْفِيْقَ أَهْلِ اْلهُدَى وَ أَعْمَـالَ أَهْلِ اْليَقِيْنِ وَ مُنَاصَحَةِ أَهْلِ التَّوْبَةِ  وَ عَزْمَ أَهْلِ الصَّبْرِ وَ جِدَّ أَهْلِ اْلخَشْيَةِ وَ طَلَبَ أَهْلِ الرَّغْبَةِ وَ تَعَبَدَ أَهْلِ الْوَرَعِ وَ عِرْفَانَ أَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى أُخَافَكَ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ مَخَافَةَ تُحْجِزُنِيْ عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى أَعْمَلَ بِطَاعَتِكَ عَمَلاً أَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاكَ وَ حَتَّى أُنَاصِحُكَ فِى التَّوْبَةِ وَ خَوْفًا مِنْكَ وَ حَتَّى أُخْلِصَ لَكَ النَّصِيْحَةَ حُبًّا لَكَ وَ حَتَّى أَتَوَكَّلَ عَلَيْكَ فِي اْلأُمُوْرِ كُلِّهَا وَ أُحْسِنَ الظَنِّ بِكَ سُبْحَانَ خَالِقِ النُّوْرِ. رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْلَنَا إِنَّكَ عَلَى كُّلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

“ Ya Allah, aku memohon kepada-Mu taufiq Orang-orang yang mendapat petunjuk, amalan Orang-orang yang mempunyai keyakinan kuat, ketulusan Orang-orang yang bertaubat, keteguhan hati Orang-orang yang sabar, kesungguhan Orang-orang yang takut kepada-Mu, permohonan Orang-orang yang mengharapkan-Mu, Ibadah ( ketaatan ) ahli wira’I dan kebijakan ahli ilmu, sehingga aku takut kepada-Mu. Ya Allah aku memohon kepada-Mu perasaan takut yang dapat menhalangiku berbuat maksiat, sehingga aku dapat melakukan suatu amalan untuk mentaati perintah-Mu, yang dengan amalan itu aku berhak mendapat ridho-Mu, hingga aku sanggup memurnikan taubatku karena takut kepadamu. Mengikhlaskan nasihat-Mu karena cintaku kepada-Mu. Dan aku bertawakkal kepada-Mu dalam segala urusan karena persangkaan baikku kepada-Mu Maha Suci Dzat yang menciptakan cahaya. Ya Tuhan kami sempurnakanlah cahaya untuk kami dan ampunilah kami sesungguhnya engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Penyayang.”

Leave a Comment