Tips Mengatasi Writer’s Block

Salah satu penyakit para penulis adalah writer’s block. Bingung mau nulis apa. Sudah menulis ekian halaman tiba-tiba muncul kalimat, “Mau nulis apalagi ya?”. Kejadian selanjutnya bisa ditebak, diam, memandangi layar laptop, dan akhirnya matikan laptop. Besoknya butuh waktu lebih lama untuk kembali mengingat poin apa yang ingin dituliskan.

Sama seperti penyakit pada secara umum yang ada obatnya, begitu juga writer’s block. Penyakit satu ini juga ada obatnya. Ada beberapa cara untuk mengatasi writer’s block, antara lain:

Tandem writing

Tulis minimal dua tema dalam satu waktu. Menulis dengan tema yang sama terlalu lama bisa membuat bosan. Tandem writing bisa dijadikan salah satu solusi untuk mengatasi kebosanan yang datang. Bila ‘buntu’ dengan tema yang satu, ganti menulis tema yang lain. Keuntungannya, dalam satu waktu bisa menghasilkan dua tulisan sekaligus.

Buat Kerangka Tulisan

Sebelum menulis biasakan untuk membuat kerangka yang berisi poin apa saja yang akan ditulis. Sehingga bila tetiba blank ditengah jalan, bisa ‘nyontek’ kerangka yang sudah dibuat.

Fokus

Setiap orang punya cara untuk fokus. Ada orang yang hanya bisa fokus bila sambil mendengarkan musik. Tapi ada juga yang justru tambah buyar ketika ada sedikit saja mendengar suara. Jadi, menemukan gaya fokus adalah langkah awal untuk menulis hingga selesai.

Tetap Menulis

Writer’s block itu pada hakekatnya seorang penulis mengalami kebuntuan ide untuk melanjutkan tulisannya. Maka, untuk menghalaunya, terus saja menulis. Bila yang ditulis adalah tema yang tidak serius, kalimat “Wah, sepertinya sudah kehabisa kata nih” bisa dijadikan pilihan untuk membunuh kebuntuan.
Sejatinya menulis itu seperti memasak. Semakin sering dilakukan maka akan semakin lihat dan piawai. Maka bila ingin lancar menulis dan terhindar dari writer’s block, sering-seringlah menulis. Apapun itu.