Fimadani

Author

Akmal Sjafril

Page 1 of 4

Fundamentalis-Radikalis

Prof. Qasim Mathar, Guru Besar UIN Alauddin Makassar yang sudah kadung dikenal sebagai ‘profesor paling liberal’, menjelaskan Islam liberal dengan cara sederhana dalam acara bedah buku Islam Liberal 1

Memahami Sikap Politik PKS

Untuk kesekian kalinya, sikap politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuat banyak orang bertanya-tanya. Sebagai partai yang tergabung dalam koalisi yang mendukung pemerintahan SBY-Boediono pada mas

Imaamah (4)

Tulisan-tulisan sebelumnya ( bagian 1 , bagian 2 dan bagian 3 ) telah membahas beberapa konsekuensi penting dari konsep imaamah yang diyakini oleh kalangan Syi’ah. Meski demikian, konsekuensi-konsekue

Imaamah (3)

Sebelumnya kita sudah membahas bagaimana kaum Syi’ah berdebat sepanjang masa mengenai pewarisan imaamah . Kunci permasalahannya terletak pada pendapat mereka sendiri yang memasukkan masalah kepemimpin

Imaamah (2)

Sebagaimana yang telah dibahas pada artikel sebelumnya , imaamah adalah isu terpenting dalam wacana seputar Syi’ah. Isu inilah yang menyebabkan munculnya Syi’ah dan hingga detik ini pun kelompok Syi’a

Imaamah (1)

Menyusul keributan di Sampang, banyak perhatian tertuju pada masalah kerukunan antara kaum Sunni dan Syi’ah. Meskipun sebagian pihak sudah menyatakan bahwa akar permasalahannya bukan antara kedua golo

Jenuh

‘Agama baru’ itu begitu sederhana, hanya saja pembawanya tidak pernah mengaku tengah membawa agama baru. Ia justru merujuk pada agamanya sang nenek moyang yang sudah dikenal bersama dan dicintai oleh

Natal

Setiap tahun menjelang Natal, selalu muncul perdebatan yang tidak pernah jauh dari masalah toleransi. Aparat kepolisian akan sibuk mengamankan gereja-gereja, dan selalu ada saja berita tentang ormas k

Akal

‘Manusia modern’ memang biasanya tergila-gila dengan akal. Menurut mereka, manusia senantiasa berkembang maju dalam sejarah peradabannya. Oleh karena itulah mereka menyebut dirinya modern, sedangkan g

Indonesia (3)

Di negeri-negeri Timur, pembicaraan tentang kultur budaya memang sangat sensitif. Stereotipe yang sudah terbangun selama puluhan, bahkan ratusan tahun, menyatakan bahwa bangsa-bangsa Timur begitu menj