Memilih Amalan Andalan

Siapa yang senang diberi kejutan? Semua orang pasti senang apabila mendapatkan kejutan dari orang lain. Terlebih bila kejutan itu adalah sesuatu yang sudah diidamkan sejak lama. Sesuatu yang ditunggu-tunggu. Sesuatu yang bisa memberikan pertolongan disaat yang dibutuhkan. Seperti orang yang arisan, pasti begitu senang bila mendapatkan jatah uang arisannya disaat tanggal tua dan banyak kebutuhan menunggu untuk dipenuhi.

Begitulah sejatinya amalan andalan. Memberikan kejutan disaat kita membutuhkan. Masih ingatkah kita tentang sosok sahabat nabi yang secara fisik tidak menawan namun Allah menganugerahkan surga? Ya, dialah Bilal, sahabat Nabi yang suara terompahnya saja sudah terdengar di surga bahkan saat dia belum memasukinnya. Tentu saja ini bukan anugerah yang serta merta diberikan, anugerah ini diberikan kepada Bilal karena keistiqomahannya menjaga wudhu dan senantiasa salat dua rakaat seusai berwudhu.

Ada pula cerita lain tentang orang yang disebut Rasulullah sebagai ahli surga. Suatu ketika, berkumpullah para sahabat disuatu tempat (ada yang menyebutkan di tepi jalan, ada pula yang menyebutkan di masjid), kemudian Rasulullah berkata, “sebentar lagi akan lewat satu penghuni surga”. Lalu datanglah seseorang yang berpenampilan biasa aja. Tidak ada tanda-tanda bahwa dia merupakan ahli ibadah. Namun setelah didesak dengan berbagai pertanyaan, akhirnya terungkap bahwa dia selalu membebaskan dirinya dari rasa dengki, iri, dan marah kepada orang lain menjelang tidurnya.

Amalan andalan bisa jadi bukan amalan yang besar dan terlihat banyak orang. Ini bisa jadi adalah amlan ringan yang membuat kita merasa mudah untuk menjalankan hingga akhirnya menjadi kebiasaan. Terkadang saking terbiasanya, membuat para pelaku amalan andalan ini tidak merasa berat untuk melakukannya. Menjadi sebuah kebiasaan yang tanpa harus direncanakan. Tubuh seolah reflek melakukan amalan tanpa ada paksaan.

Kita boleh memilih amalan apapun (selama sesuai dengan kaidah syar’i) untuk menjadi amalan andalan kita. Tidak perlu minder dengan amalan yang biasa namun kontinyu. Bukankah Allah mencintai hambanya yang istiqomah? Bukankah Allah mencintai ibadah yang dilakukan terus menerus? Maka, sejak saat ini, marilah kita memilih amalan andalan kita masing-masing. Agar kejut-kejut itu hadir menjadi penolong kita diakhirat nanti.

Leave a Comment