Warning: include_once(/srv/users/serverpilot/apps/fimadani/public/wp-content/plugins/wp-super-cache2/wp-cache-phase1.php): failed to open stream: No such file or directory in /srv/users/serverpilot/apps/fimadani/public/wp-content/advanced-cache.php on line 22

Warning: include_once(): Failed opening '/srv/users/serverpilot/apps/fimadani/public/wp-content/plugins/wp-super-cache2/wp-cache-phase1.php' for inclusion (include_path='.:/opt/sp/php7.4/lib/php') in /srv/users/serverpilot/apps/fimadani/public/wp-content/advanced-cache.php on line 22
Syaikh Bin Baz Sang Futurolog

Syaikh Bin Baz Sang Futurolog

Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz rahimahullah adalah mantan mufti Kerajaan Saudi Arabia, sekarang sudah wafat. Beliau tak berubah dari pendapatnya bahwa fotografi (memotret makhluk hidup) itu termasuk dalam kegiatan menggambar makhluk yang diharamkan Allah, apa pun alasannya & untuk apa pun tujuannya.

Adapun mengenai siaran video, beliau berpendapat bahwa siaran langsung itu diperbolehkan, tetapi merekam untuk memutar ulangnya dianggap termasuk kegiatan menyimpan dan menampilkan gambar makhluk yang diharamkan dalam Islam.

Mungkin karena hal-hal inilah kita agak sulit menemukan foto beliau di internet. Dulu saya pernah simpan sebiji fotonya di laptop, tapi ketika ingat bahwa beliau menyatakan fotografi adalah haram maka saya menghapusnya. Meski saya tak mengikuti fatwa beliau tapi saya mencoba menghormatinya, salah satunya dengan tidak menyimpan fotonya.

Tindakan yang kurang ajar justru dilakukan oleh orang Amerika! Mereka malah memasukan potongan rekaman ceramah Syiakh bin Baz ke dalam adegan dalam film The Kingdom! Kemungkinan rekaman tersebut diambil secara tak resmi!

Kembali ke soal fotografi, Syaikh bin Baz juga membantah pendapat sebagian ulama lain yang memperbolehkan fotografi dengan argumen bahwa prinsip fotografi itu hanyalah mengambil bayangan objek, bukan menggambar objek seperti diceritakan dalam nash hadits Nabi.

Bantahan Syaikh bin Baz atas argumen tersebut sangat menarik! Menurutnya argumen tersebut tidak bisa diterima. Jika argumen tersebut diterima maka ia khawatir bahwa sebentar lagi orang akan menghalalkan patung dengan alasan bahwa dengan menggunakan teknologi tertentu patung itu dianggap hanya perwujudan bayangan dari objek asli!

Dan sekarang apa yang disinggung oleh Syaikh bin Baz di atas ternyata teknologi kita telah berhasil mewujudkannya, yaitu teknologi 3D Printing (printer 3 dimensi).

Prinsip printer 3D bisa dilihat dari contoh-contoh berikut:

• Seorang desainer di pusat desain Toyota sedang merancang bentuk mobil sedang terbaru. Pertama dia mendesain model sedan tersebut di komputer dengan aplikasi 3D. Jika dahulu hasil rancangan 3D di komputer tersebut diwujudkan aslinya menjadi bentuk mobil skala kecil dari bahan lilin (atau bahan lainnya) dengan cara “dipahat”, maka kini file bentuk 3D tsb tinggal diprint menggunakan printer 3D. Hasil print tersebut bukan gambar, melainkan “patung mobil” yang sama persis dengan hasil rancangan di komputer!

• Dengan menggunakan kamera dan sensor bentuk tertentu, sebuah objel bisa “difoto” untuk kemudian secara otomatis dibuatkan model 3D-nya di komputer (jadi model 3D-nya tidak didesain orang melainkan dibuat dengan cara memfoto/scan bentuk). File 3D tersebut kemudian diprint memakai printer 3D. Hasilnya adalah patung yang sama persis dengan model yang dicapture!

Sekarang bayangkan jika objek tersebut adalah anda! Maka hasil prosesnya adalah sebuah patung yang sama persis dengan wujud asli Anda! Nah lho!

Ustadz Abdurrahman Ibnu Zaini

Leave a Comment