Ideologi
Suatu saat muncul pertanyaan pada saat proses pemilihan Pemimpin di suatu kampus, “Ideologi anda apa?” Maka para calon pemimpin menjawab “Islam”, ada juga yang “nasionalis”. Mungkin itu dialog imajine
Category
Jendela Pemikiran Islam
Page 11 of 15
Suatu saat muncul pertanyaan pada saat proses pemilihan Pemimpin di suatu kampus, “Ideologi anda apa?” Maka para calon pemimpin menjawab “Islam”, ada juga yang “nasionalis”. Mungkin itu dialog imajine
Semua tokoh-tokoh umat Islam di Indonesia tahu bahwa persatuan itu perlu, dan begitu juga dengan ormas-ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah, tapi mengapa mereka tidak bisa bersatu? Apakah mereka be
Pada bulan-bulan ini di Kuwait, persisnya di Markaz Al Alami lil Al Wasatiyah , diadakan daurah atau training. Training selama seminggu itu sedikitnya diikuti oleh 17 kelompok dari Negara yang berbeda
Ketika muncul kelompok Haruriyah atau Khawarij yang memisahkan diri di suatu perkampungan, mereka berjumlah 6000 orang dan bersepakat untuk menyempal dan memberontak dari Ali radhiyallahu anhu . Orang
“ Ini kan saya, bukan hak anda?”, katanya, ketika seseorang diingatkan agar tidak berbuat salah. Bebas betul, “terserah saya, mau melakukan apapun, tubuh, tubuh saya”, Ucapnya. Memang, asal katanya li
Tulisan-tulisan sebelumnya ( bagian 1 , bagian 2 dan bagian 3 ) telah membahas beberapa konsekuensi penting dari konsep imaamah yang diyakini oleh kalangan Syi’ah. Meski demikian, konsekuensi-konsekue
Sebelumnya kita sudah membahas bagaimana kaum Syi’ah berdebat sepanjang masa mengenai pewarisan imaamah . Kunci permasalahannya terletak pada pendapat mereka sendiri yang memasukkan masalah kepemimpin
Sebagaimana yang telah dibahas pada artikel sebelumnya , imaamah adalah isu terpenting dalam wacana seputar Syi’ah. Isu inilah yang menyebabkan munculnya Syi’ah dan hingga detik ini pun kelompok Syi’a
Menyusul keributan di Sampang, banyak perhatian tertuju pada masalah kerukunan antara kaum Sunni dan Syi’ah. Meskipun sebagian pihak sudah menyatakan bahwa akar permasalahannya bukan antara kedua golo
‘Agama baru’ itu begitu sederhana, hanya saja pembawanya tidak pernah mengaku tengah membawa agama baru. Ia justru merujuk pada agamanya sang nenek moyang yang sudah dikenal bersama dan dicintai oleh