Jika hendak mulai membaca Al Qur’an, maka dia memohon perlindungan dengan mengucapkan: A’uudzu billaahi minasy-syaithaanir rajiim (Aku Berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari Syaitan yang ter
Diutamakan bagi pembaca Al Qur’an di luar sembahyang supaya menghadap kiblat. Hal ini telah banyak disebut dalam beberapa hadits: “Sebaik-baik majelis adalah yang menghadap kiblat.” Hendaklah dia dudu
Boleh dikatakan bagian inilah merupakan tujuan utama penulisan kitab ini, sehingga banyak hal yang mesti dipersoalkan dengan lebih teliti dan mendetail untuk memperoleh kejelasan yang sempurna. Dengan
Ramadhan dan Al Quran, dua kata yang sangat akrab, hubungan antar keduanya merupakan hal yang tertanam secara aksiomatis dalam persepsi setiap manusia. Ekspresi keakraban persepsi manusia Muslim terha
Masalah ke-3: Memelihara membaca Al Qur’an pada waktu malam. Hendaklah seorang penghafal Al Qur’an lebih banyak membaca Al Qur’an pada waktu malam dan dalam sembahyang malam. Allah berfirman: “…dianta
Sebenarnya adab-adab ini sudah saya kemukakan sebagiannya pada bagian yang sebelum ini. Bagaimanapun, tidak ada salahnya mengulanginya sekali lagi di sini. Di antara adab-adab menghafal Al Qur’an iala
Masalah ke-16: Adab pelajar dan penuntut ilmu. Semua yang saya sebutkan berkenaan dengan adab pengajar (guru) juga merupakan adab bagi pelajar. Termasuk adab pelajar ialah menjalani hal-hal yang menyi
Masalah ke-6: Seorang guru mesti memberikan nasihat bagi mereka karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Agama itu nasihat, bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para
Bagian ini serta dua bagian yang akan datang merupakan tujuan penulisan kitab ini. Bagian ini mengandung pembahasan yang panjang dan luas sekali. Saya telah berusaha menyajikan tujuan-tujuannya secara
Iyyaka Na'budu wa Iyyaka Nasta'in Mencakup Makna-makna Al-Qur'an, Ibadah dan Isti'anah Rahasia penciptaan, perintah, kitab-kitab, syariat, pahala dan siksa terpusat pada dua penggal kalimat ini, yang