Fimadani

Author

Farid Zakaria

Page 29 of 47

Kelenteng Sam Po Kong, Peradaban Islam Yang Terlupakan

Kelenteng Gedung Batu Sam Po Kong adalah sebuah petilasan, yaitu bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok beragama Islam yang bernama Zheng He, atau lebih dikenal de

Nabi Muhammad di Mata Para Tokoh Dunia

1. Mahatma Gandhi (komentar mengenai karakter Muhammad di Young India ) "Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia. Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang me

Muslim Yang Gaul, Syar'i, dan Berprestasi

Di mata dunia, nilai-nilai Islam dianggap bertentangan dengan gaya hidup modern. Ketika para muda-mudi penganut ‘madzhab’ kehidupan modern bergaul tanpa batas, bebas tak berhijab (ikhtilat), Islam men

Muslim Yang Gaul, Syar'i, dan Berprestasi

Di mata dunia, nilai-nilai Islam dianggap bertentangan dengan gaya hidup modern. Ketika para muda-mudi penganut ‘madzhab’ kehidupan modern bergaul tanpa batas, bebas tak berhijab (ikhtilat), Islam men

Manfaat Menangis Bagi Kesehatan

Kenapa sering menangis? Mungkin Anda tidak ingin dibilang sebagai orang yang cengeng atau orang yang mudah menangis, terlebih bagi seorang pria. Ada banyak faktor yang membuat seseorang menjadi nangis

Muhammad Nashiruddin Al Albani

Beliau adalah Pembaharu Islam ( mujadid ) pada abad ini. Karya dan jasa-jasa beliau cukup banyak dan sangat membantu umat Islam terutama dalam menghidupkan kembali ilmu Hadits. Beliau telah memurnikan

Dokter Ini Nekat Membedah Perutnya Sendiri

Biasanya seorang Dokter mengoperasi pasien yang sakit. Tapi lain halnya dengan Dokter Leonid Rogozov, Dokter berkebangsaan Rusia ini melakukan operasi pada dirinya sendiri. Ceritanya berawal pada bula

Mengapa Indonesia Terlambat Maju?

Sudah hampir 67 tahun Indonesia merdeka, bahkan bila dilihat dari sumpah pemuda sudah mencapai 83 tahun sejak tangggal 28 Oktober 1928. Namun kenapa beda perkembangannya jika dibandingkan dengan manus

Kerikil Tajam Pembunuh Motivasi

Bangsa Indonesia sejak runtuhnya rejim Soeharto terus dilanda dengan eforia pemberantasan Koruspi, Kolusi, dan Nepotisme. Bahkan Habibi yang diberi mandat untuk melanjutkan sisa kepemimpinan Presiden

Pemimpin dan Solidaritas Bangsa

Globalisasi mengubah banyak hal secara mendasar. Di dalam konstelasi baru ini ’bangsa’ mulai kehilangan khasiatnya sebagai perekat kebinekaan. Rezim-rezim reformasi berhenti bercerita tentang bangsa.