Fimadani

Category

Sirah Salaf

Page 2 of 5

Apakah Lisanmu Aman dari Adzab?

Suatu kali Ibrahim bin Adham lewat di depan seorang laki-laki yang lagi membicarakan sesuatu yang tidak penting, lalu ia berhenti di depannya. Seraya bertanya, “Apakah engkau mengharapkan pahala dari

Beginilah Salafush Shalih Memandang Waktu

Disebutkan Syaikh Mahmud Al Mishri bahwa sesuatu yang paling mahal yang dimiliki oleh seorang hamba dalam hidup ini adalah waktu. Al waqtu huwa al-hayah , waktu adalah kehidupan, inilah kekayaan hakik

Setiap Kenikmatan Dimintai Tanggung Jawab

Semua kenikmatan akan dimintai tanggung jawab, sampai seperti itulah kondisi orang-orang terbaik ummat ini... Imam Muslim meriwayatkan: Allah Ta'ala berfirman: ﺛﻢ ﻟﺘﺴﺌﻠﻦ ﻳﻮﻣﺌﺬ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﻌﻴﻢ "Kemudian kamu

Bapak yang Penyayang

Al-Aqra' bin Habits suatu hari menemui Amirul Mukminin Umar bin Al Khattab. Ia menemukan Umar sedang bermain dengan anak-anaknya. Anak-anak Umar menempel di punggungnya dan Umar merayap. Al-Aqra' berk

Wanita Mu'minah Tak Gampang Termakan Isu

Wanita Mu'minah bukanlah wanita yang dengan gampang menerima dan termakan berita atau isu yang berkembang di tengah masyarakat. Apalagi ikut-ikutan menyebarkannya. Sebaliknya dia harus meredamnya, apa

Kota Madinah Terguncang Mendengar Adzan Bilal

Ummu Salamah radhiyallahu anha, salah seorang istri Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menceritakan, "Kami berkumpul di hari wafatnya Rasulullah, saat itu kami tidak tidur dan Janazah Rasulullah

Siapa yang Paling Dermawan ?

Syaikh Mahmud Al-Mishri, dalam Sa'atan Fa Sa'atan , meriwayatkan bahwa seseorang bertanya kepada Hatim Ath Tha'i, seorang lelaki yang sangat dermawan, "Wahai Hatim, apakah ada orang yang mengalahkanmu

Kisah Yang Menyejarah

Abdullah ibnul Mubarak rahimahullah berangkat bersama rombongannya untuk menunaikan ibadah haji. Di tengah perjalanan, rombongan menemukan seekor bangkai burung, Abdullah ibnul Mubarak menyuruh pemban

Mizan Rabbani

Inilah Hudzaifah Radhiyallahu anhu, yang di kemudian hari menjadi Amir di wilayah Masyriq. Ketika menjadi amir, Hudzaifah mengirim surat kepada Umar. Dalam risalahnya itu dia minta agar Umar membebast