Fimadani

Category

Syariah

Page 12 of 34

Jangan Memulai Salam pada Kristen dan Yahudi

Dari Abu Hurairah yang berkata, Rasulullah shallallahu 'alihi wa sallam bersabda, لَا تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلَا النَّصَارَى بِالسَّلَامِ، فَإِذَا لَقِيتُمْ أَحَدَهُمْ فِي طَرِيقٍ، فَاضْطَرُّوهُ إِلَ

Syafa’at Nabi Muhammad di Akhirat

Syafa’at pada hari kiamat terbagi dua: Syafa’at Istimewa bagi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Ada beberapa macam: Yang terbesar adalah syafa’at Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang besa

Bagaimana Agar Kita Bisa Khusyu' Shalat?

Seorang bertanya pada Habib Umar bin Hafidz, "Bagaimana agar kita bisa khusyu'?" Sayyidil Habib Umar bin Hafidz menjawab, "Seseorang di katakan khusyu' jika memenuhi 6 kriteria, yaitu: Hudurul qalb ,

6 Cara Efektif Menghadang Perkembangan Syiah

Indonesia tengah menjadi target Syi’ahisasi besar-besaran. Hingga kini banyak pengikutnya berada di berbagai wilayah Indonesia, terutama di Jawa Barat dan Sulawesi Selatan. Jumlah penganut Syiah di In

Doa Keselamatan

Terdapat beberapa wirid dan doa keselamatan yang shahih dari Al Quran dan As Sunnah. 1. Ketika melihat orang lain terkena musibah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang m

3 Derajat Ridha kepada Allah

Menurutnya pengarang Manazilus Sa'irin , ada tiga derajat ridha, yaitu: 1. Ridha secara umum, yaitu ridha kepada Allah sebagai Rabb dan membenci ibadah kepada selainNya. Ini merupakan poros Islam dan

Ridha kepada Allah

Para ulama telah sepakat bahwa ridha merupakan sunnah atau sunnah mu'akkad. Ada dua pendapat yang berbeda tentang wajibnya. Saya pernah mendengar SyaikhulIslam Ibnu Taimiyah mengisahkan dua pendapat i

Orang Yahudi Sering Bermusuhan dengan Sesama Yahudi

Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah:84-85, "Dan ingatlah ketika Kami mengambil janjimu bahwa kamu tidak akan menumpahkan darahmu dan tidak akan mengusir dirimu dari kampung halamanmu, kemudian kamu b

8 Lafazh Istighfar Pilihan yang Shahih

Esensi dari istighfar adalah permohonan ampun kepada Allah Ta’ala, sebagai bukti dan wujud taubatan nasuha, yang didasarkan pada pengakuan yang jujur akan dosa, penyesalan yang dalam dan sepadan atasn